BUJANGKATAPEL | Art Archives

Memetakan dan Membaca Arsip, Merayakan Keberagaman

Bermusik dan Berjoget, Menertawakan Kemirisan

Orkes Taman Bunga

Taman Bunga adalah sebuah sebuah grup musik dari Kota Padangpanjang yang meleburkan cita rasa dangdut, orkes melayu, Minang dengan sederhana. Sejak awal terbentuknya, pada tahun 2012, Orkes Taman Bunga hadir dengan gaya yang nyetrik ala 80-an, selain memang terpengaruh dari gaya musik OM PMR, Taman Bunga juga menganggap gaya musik seperti ini memang menarik untuk dihadirkan dalam situasi sosial dan budaya saat ini. Lagu-lagu Orkes Taman Bunga, seperti halnya OM PMR dan NUNUNG CS selalu berusaha mengajak penonton tertawa atau lebih tepatnya menertawakan kemirisan yang terjadi disekitar kita.

Benar kita bukanlah grup musik serius, kita adalah orang-orang yang suka humor, tapi kita selalu mencoba serius untuk menciptakan humor itu. Hingga saat ini, Taman Bunga telah meluncurkan lima buah lagu, Balada Si Udin, Wisudahan, Love Story, Pengangguran, dan Full Colour, dari lima nomor tersebut rata-rata menceritakan kemirisan dikalangan generasi muda terutama kalangan mahasiswa. Semisal “Balada Si Udin”, lagu ii bercerita tentang seorang anak perantauan yang diteror-teror uang kos oleh ibu kos. Si Udin, sering mencari-cari alasan untuk menunda-nunda uang kos. Atau lagu “Wisudahan”, kisah yang paling sering kita temui di Padangpanjang. Yaitu, kisah seorang mahasiswa yang sudah kuliah terlalu lama, lalu dipaksakan untuk wisuda oleh – mungkin dosen – karena tidak juga tamat-tamat. Atau “Love Story” tentang percintaan yang akhirnya yang sering gagal, dan juga membuat kuliah sering lalai yang akhirnya mendapatkan banyak nilai E.

IMG-20151212-WA0007

Foto: Caay

IMG-20151212-WA0021

Foto: Caay

IMG-20151212-WA0004

Foto: Caay

Untuk saat ini Taman Bunga mengamati hal itu sebagai persoalan yang banyak dirasakan oleh anak muda. Sering kali itu membuat minder, tapi buat kita itu adalah sebuah proses, suatu bagian kecil dari kehidupan yang juga harus dinikmati, atau bahkan kita bikin tertawa. Karena kita yakin, ketika kita sedang menertawakan kemirisan kita, disaat yang sama kita juga mengevaluasi diri kita, lalu menyusun strategi kreatif untuk “move on” tanpa menyesali atau mengumpat hal itu. Taman Bunga bersusaha mengkampanyekan spirit itu melalui musik.

Taman Bunga terdiri dari formasi Leva atau Lepok yang pada vokal dan gendang, Bujadil pada guitar/mandolin, Bojes pada violin, Pak Yo pada mandolin/gambus, Fadli Inyiak pada instrument tiup, Tonoik pada Bass, Ajo pada achordeon, Nicko Otong dengan gendang mambo, Uncu diposisi cuk lele dan Syofwan pada vokal dan tamborin. Pada dasarnya orang-orang ini sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia musik-musik, apa lagi musik-musik serius. Rata-rata mereka adalah komposer yang telah mempresentasikan karya-karya komposisi musik mereka baik dalam konteks ujian ketika kuliah di ISI Padangpanjang, ataupun pada festival-festival worldmusic – dalam negeri atau luar negeri. Seperti Sofwan atau biasa disapa Puan, selain juga meluncurkan album lagu pop-Minang, ia juga beberapa kali melakukan pertunjukan komposisi musik di Malaysia dan eropa, dengan tim kesenian ISI Padangpanjang, ataupun bersama Grup Musik Talago Buni. Begitu juga dengan Leva, selain aktif manggung bersama Talago Buni di luar negeri dia juga seorang drumer di band Reggae ternama di Padang: Ranah Rasta. Bergitu juga dengan pemain lainnya, track-recordnya dalam bermusik sudah cukup luas.

Bersama Taman Bunga, musisi-musisi berkumpul dan membentuk sesuatu yang baru. Sesuatu yang mengajak kita menari-menari sampai jungkir balik bersama bunga-bunga. Awalnya kita sempat ragu musik seperti ini akan diterima oleh banyak orang-orang. Namun ternyata keraguan itu salah, walaupun kita belum punya skedul manggung, tapi setiap kali kita manggung kita senang setiap orang bisa berjoged bersama menikmatinya. Baik mereka yang datang dengan mobil, jalan kaki, bus, motor, gondrong, cepak, tatoan, dan lain-lain semua bisa berjoget bersama. Begitu juga ketika pada acara festival tari nasional di Padang, mereka yang datang dari Palembang, Medan, Makasar, dll ternyata juga bisa menikmati musik kita yang juga identik dengan rasa Minang-nya, dan buat kami itu merupakan suatu kebanggan tersendiri. Hingga saat ini Taman Bunga telah melakukan beberapa pertunjukan di Beberapa kota di Sumatera Barat dan Riau.

@albertrahmanp


Kontak Orkes Taman Bunga

orkestamanbunga@gmail.com // +62 853 5534 8539 (Albert)
orkestamanbunga.wordpress.com

Artikel ini sebelumnya dipublikasi di: LariTelanjang.com

Soundcloud : Orkes Taman Bunga
Twitter: @orkestamanbunga
Fb Fans Page: Taman Bunga

Ayo tanggapi atau komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 September 2015 by in Arsip Blog, Artikel and tagged , , .

BUJANGKATAPEL JURNAL ONLINE

Blog ini dikelola oleh @albertrahmanp, sebagai media pengarsipan personal dan kolektif, serta publikasi kajian singkat seputar seni dan sastra.

KONTAK

Jl. Btg Suliti 76 Perumahan Batu Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat. 23761

www.bujangkatapel.wordpress.com
email: bujangkatapel@yahoo.co.id
twitter: @bujangkatapel
Facebook: Bujangkatapel Art Foundation

On Facebook

Archives (Arsip)

%d blogger menyukai ini: