BUJANGKATAPEL | Art Archives

Memetakan dan Membaca Arsip, Merayakan Keberagaman

Ota Rabu Malam, Gelar Musik Tanpa Batas (RanahBerita)

Ota Rabu Malam, Gelar Musik Tanpa Batas

RANAHBERITA- Perkembangan musik agaknya membutuhkan kelompok-kelompok kajian intens yang membahas serta jadi pelakunya. Hal ini mendasari kelompok diskusi dan studi musik Ota Rabu Malam (ORM) menggelar pertunjukan musik secara swadaya.

Pada 4 Maret 2014 lalu, kelompok studi ORM menggelar malam pertunjukan Musik Tanpa Batas (MTB) mereka yang ke IV.

Ota Rabu Malam adalah kelompok seni yang aktif melakukan diskusi, bedah karya, dan kuliah umum. Mereka mengkaji perkembangan musik kontemporer Sumatera sejak Oktober 2013. MTB pertama kali diluncurkan pada ulang tahun pertama Ota Rabu Malam dan ditujukan sebagai ruang eksperimentasi serta presentasi musik.

“Spirit kebebasan berekspresi yang coba kita kampanyekan dalam Musik Tanpa Batas tidak hanya melalui konsep garapan musikal, tetapi juga dari konsep penyajiannya. Sekedar mengingatkan bahwa semua orang bisa bermusik dimana aja, musik bisa memberi kehidupan atau nilai berbeda terhadap sebuah ruang yang mungkin selama ini mati,” ujar Albert Rahman Putra, salah satu pendiri Ota Rabu Malam dan penggagas Festival Musik Tanpa Batas.

Pertunjukan MTB ke IV digelar dalam komplek kampus ISI (Institut Seni Indonesia) Padang Panjang, menyita perhatian civitas kampus ISI Padang Panjang malam itu.
Karena, MTB kali ini melibatkan banyak pelaku seni untuk menggarap konsep pertunjukannya. Untuk proses produksi dibantu oleh Mahasiswa Seni Karawitan dan anggota kelompok Ota Rabu Malam.

MTB jilid I yang dilaksanakan pada 30 Oktober 2014. Dihadiri oleh banyak pelaku seni muda maupun senior yang berbasis di Sumatera Barat. Musik Tanpa Batas pertama yang dibuka oleh Hanefi, komposer dan etnomusikolog, beserta Admiral ini bertempat di Balai-balai Karawitan ISI Padangpanjang.

Lokasi ini menjadi basis kelompok diskusi Ota Rabu Malam beberapa bulan terakhir, dengan ratusan seniman dan aktivis seni ditambah adanya letusan kembang api serta kegiatan bakar jagung disekitar lokasi membuat acara semakin meriah.

Jilid II dari MTB digelar pada November 2014, Halaman Rektorat ISI Padang Panjang jadi panggung ke dua mereka. Para penggagas MTB bercita-cita menjadikan MTB sebagai media revolusi musik di Sumatera ini sengaja manggung di halaman rektorat, mereka ingin mengingatkan pimpinannya bahwa revolusi itu tidak berhenti meski ISI Padang Panjang punya pimpinan baru.

Penamaan publikasinya di beri label “Teras Revolusi”. Pertunjukan MTB II ini turut hadir seniman muda dan senior, serta aktivis seni dari kota Padang, dan utusan dari unit kegiatan kampus seperti UKS Unand, dan UNP.

“sSebenarnya tidak hanya mengingatkan pada rektor baru tentang apa yang pernah terjadi disini. Tetapi kita juga berharap hilangnya kesakralan yang terlalu berlebihan mengenai lembaga rektorat kampus seni terbesar di Sumatera ini, saya yakin semua orang setuju bahwa setiap individu dan kelompok berhak menumukan gaya bermusik sendiri tanpa harus mengikuti trend di ISI Padangpanjang,” lanjut Albert.

MTB Jilid III makin ekstrem, Desember lalu, pertunjukan MTB III digelar di atap auditorium Boestanoel Arifin Adam ISI Padang Panjang.

“Pada MTB yang ke tiga kita sempat kesulitan karena waktu itu cuaca yang kurang medukung. Terpal yang kita gunakan sebagai atap beberapa kali dirubuhkan oleh badai sebelum pertujukan dimulai, akhirnya kegitan molor selama setengah jam, tapi akhirnya hujan segera reda dan pertunjukan dapat dilanjutkan,” lanjut Albert.

Kurator arsip dan peneliti muda ini percaya bahwa pertunjukan juga bagian dari aksi dan karya. Seperti halnya kurator dalam karya seni rupa. Seseorang mengkonstruksikan sebuah kegiatan dengan menghadirkan karya-karya tertentu, kemudian disajikan dengan konsep tertentu pula untuk sebuah tujuan.

“Musik Tanpa Batas bertujuan sederhana, merayakan kebebasan dan keberagaman berekspresi melalui musik. Ini tidak hanya dicapai melalui konser-konser besar seperti konser Iwan Fals dengan syair-syair nya yang hebat. Tetapi juga garapan musik yang berbeda, eksperimental, yang mungkin mengejutkan. Sehingga bisa melahirkan sensibilitas, spirit, atau pemberontakan, yang menyuarakan kebaharuan dan keberagaman dari dalam diri insan yang hadir, bukan karena diminta,” Jelas Albert.

Albert mengaku belum mendapat cita-cita dari Musik Tanpa Batas. Belum ada karya yang benar-benar eksperimental dan ‘liar’. sebagian besar karya masih terpengaruh oleh gaya garapan sebelumnya. Namun setidaknya iklim berkesenian di ISI Padang Panjang dirasakannya mulai aktif. Dengan adanya ruang seperti MTB para pelaku seni jadih lebih sering latihan dan berkarya, berlomba menawaran gaya-gaya baru, berbeda dan ada juga yang mempertahankan gaya yang sama.

“Saya tidak bekerja sendiri, saya dibantu oleh banyak mahasiswa dan alumni ISI Padangpanjang, dan mereka seniman muda maupun senior dengan cita-cita yang sama. Namun, kita juga percaya bahwa perubahan yang hebat tidak akan bisa terjadi dengan mulus dalam waktu dua puluh empat jam. Ia mungkin butuh 10 tahun dengan sejuta tantangan,” tegasnya.

Kedepanya Albert berharap, kegiatan diskusi Ota Rabu Malam dan kegiatan Musik Tanpa Batas ini tidak hanya mengandalkan sumbangan dan dana dari jualan pin merchendice lagi, tapi mungkin ada yayasan atau lembaga yang mampu menanggung keberlangsungan kegiatan ini baik berupa fasilitas dan dana.

“Kami kesulitan mendapatakan bantuan dana yang tidak mengganggu ideologi kita,” pungkas Albert.
(Lim/Ed1)

Artikel ini di copas dari ranahberita.com

http://ranahberita.com/47523/ota-rabu-malam-gelar-musik-tanpa-batas

Ayo tanggapi atau komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12 April 2015 by in Arsip Blog and tagged , , .

BUJANGKATAPEL JURNAL ONLINE

Blog ini dikelola oleh @albertrahmanp, sebagai media pengarsipan personal dan kolektif, serta publikasi kajian singkat seputar seni dan sastra.

KONTAK

Jl. Btg Suliti 76 Perumahan Batu Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat. 23761

www.bujangkatapel.wordpress.com
email: bujangkatapel@yahoo.co.id
twitter: @bujangkatapel
Facebook: Bujangkatapel Art Foundation

On Facebook

Archives (Arsip)

%d blogger menyukai ini: