BUJANGKATAPEL | Art Archives

Memetakan dan Membaca Arsip, Merayakan Keberagaman

Drama Tari Adok

Seniman Tari Adok Paninggahan (Solok)

Seniman Tari Adok Paninggahan (Solok)

Drama Tari Adok Pada Masyarakat Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok

Pengantar diskusi kelas Studi Lapangan “Tari Adok” bersama mahasiswa semester VI Jurusan Seni Karawitan ISI Padangpanjang (April 2012)
oleh  Albert Rahman Putra

Adok, adalah salah satu kesenian yang berkembang nagari (desa) Paninggahan, Kabupaten Solok. Kesenian ini lebih sering, atau lazim dikatakan sebagai kesenian tari, karena kesenian ini di dominasi oleh unsur gerak atau tari, namun pada waktu pertunjukan, yang dilakukan oleh kelompok Tari Adok Paningghan (Sabtu, 17 Maret 2012), Prof. Madhi Bahar menegaskan bahwa pertunjukan itu, atau kesenian yang di maksud merupakan “Drama” Tari Adok. Setelah berdiskusi pada salah satu seniman, H. Ismail Panuko, ternyata tari adok juga merupakan drama, atau penyampaian kisah melalui, gerak, dan dendang (nyanyian).

Istilah “Adok” berasal dari kata adat, yang mana dalam konteks ini berfungsi mengatur tingkah laku banagari. Kesenian Tari Adok pada masyarakat pendukungnya sering kali dimainkan pada seremonial adat seperti alek panghulu, dan alek perkawinan. Isi atau kisah yang disampaikan melalui kesenian Adok relative, atau sesuai dengan kondisi penampilan. Namun kisah tersebut tetap saja terangkum dalam 5 (lima) bagian reportoar dan gerak pokok dari tari Adok tersebut. Yaitu, buai – buai, dendang – dendang, adau – adau, dindin – dindin dan sijundai.

Satu kelompok kesenian Adok terdiri dari empat orang pemain, yang tugasnya  dikelompokan lagi menjadi dua kategori yaitu pemusik dan penari. Pemusik pada kesenian Adok memainkan instrument perkusi dan dendang sekaligus. Instrument perkusi tersebut berbentuk single headed drum atau hanya memiliki satu permukaan kulit. Perkusi tersebut dipukul langsung dengan menggunakan kedua telapak tangan dalam posisi duduk atau bersila. Ritem atau pola pukulannya, bagi telinga awam, terkesan sedikit monoton, namun fungsi yang paling menonjol dari instrument perkusi tersebut adalah sebagai pengatur tempo gerak penari.

Para seniman tengah mempraktekan Tari Adok di Audiotorium ISI Padangpanjang

Para seniman tengah mempraktekan Tari Adok di Audiotorium ISI Padangpanjang

Tari dominan dimainkan oleh dua orang pria, yang secara umum melakukan gerakan dalam pola lantai melingkar. Kemudian di bagian tertentu juga ikut diisi oleh penari perempuan yang sebelumnya berada diluar arena atau panggung. Langkah atau gerakan tari adok di kembangkan dari gerekan silat, sehingga kalau dilihat lagi tari Adok tidak jauh berbeda dengan randai, sama – sama dikembangkan dari gerakan silat, tiap gerak diiringi dendang, dan menyampaikan kisah. Hanya saja pada tari Adok tidak bercerita dengan dialog langsung antar tokoh, dan juga pada tari Adok juga tidak terdapat tapauak galambuak  seperti yang terdapat pada randai darek.

Seperti yang telah di paparkan pada paragraf sebelumnya, bahwa tari adok secara utuh terdiri dari lima bagaian yang berurutan. Pada bagian pertama hingga empat, dendang, pola perkusi, dan gerak tari dimainkan dengan tempo yang santai, dan pola pukulan perkusi yang sama. Lain pada bagianlima, yang mana tempo sedikit dinaikan dari sebelumnya, yang merupakan klimaks dari kesenian tersebut kesenian tersebut. (ARP)

 _____________________________________________________________________________________________
 

2 comments on “Drama Tari Adok

  1. Ping-balik: AVA GBK » Tari Adok

  2. bujangakatapel
    20 Oktober 2012

    Salam kenal dari saya, Uncu Natsir. Saya berasal dari Paninggahan Solok, sdh menetap di Jakarta sejak kecil.
    Sangat interesting dgn tulisan anda soal Drama Tari Antok yg ternyata berasal dari Paninggahan.
    Terima kasih bila anda punya waktu utk sharing soal kesenian tradisional Solok dan Minang kabau umumnya.
    Salam

    dari Bang Uncu Natsir on fans page
    http://www.facebook.com/Bujangkatapel

Ayo tanggapi atau komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

BUJANGKATAPEL JURNAL ONLINE

Blog ini dikelola oleh @albertrahmanp, sebagai media pengarsipan personal dan kolektif, serta publikasi kajian singkat seputar seni dan sastra.

KONTAK

Jl. Btg Suliti 76 Perumahan Batu Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat. 23761

www.bujangkatapel.wordpress.com
email: bujangkatapel@yahoo.co.id
twitter: @bujangkatapel
Facebook: Bujangkatapel Art Foundation

On Facebook

On Twitter

Archives (Arsip)

%d blogger menyukai ini: