BUJANGKATAPEL | Art Archives

Memetakan dan Membaca Arsip, Merayakan Keberagaman

Tradisi Basapa Ulakan

Artikel Ilmiah

DIKIE PADA UPACARA BASAPA DI KENAGARIAN

ULAKAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN

oleh: Siti Ainsyah

Sumatera Barat merupakan bagian wilayah Indonesia yang memiliki berbagai macam bentuk kesenian tradisional. Salah satunya terdapat di Kabupaten Padangpariaman, Kecamatan Ulakan Tapakis. Terdapat bermacam kesenian di daerah ini dan salah satunya yang masih berkembang adalah Dikie.

Dikie dewasa ini dikategorkan sebagai kesenian vokal islami masyarakat Minangkabau. Ia hadir dalam bentuk dendang (nyanyian) yang dilakukan oleh beberapa orang secara bergantian. Lahirnya kesenian Dikie  ini sejalan dengan masuknya agama Islam ke Minangkabau.

“Agama Islam masuk ke Minangkabau menurut setengah ahli sejarah pada abad ke 7 Masehi sekitar tahun 674 M” (Prof. Mahmud Yunus, Sejarah Islam Di  Minangkabau).

Kesenian Dikie ini dahulunya digunakan sebagai uapaya penyebaran agama Islam di Minangkabau, dan bila dilihat pada masa sekarang, kesenian ini selalu digunakan sebagai media dakwah serta untuk pendidikan dan hiburan. Seperti memperingati hari-hari besar agama Islam: Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, perayaan khatam quran, seratus hari kematian dan upacara Basapa. Istilah “dakwah” dalam konteksi ini dapat berarti mengajak orang-orang untuk mengikuti dan meyakini isi yang disampaikan. Dan dakwah dalam kesenian Dikie pada awal mula masuknya islam adalah upaya mengajak masyarakat untuk masuk agama Islam atau untuk mentaati ajaran agama Islam. Kemudian Dikia digunakan untuk memberi pencerahan agar masyarakat tetap teguh imannya dan selalu mengingat ALLAH.

Dikie adalah terminologi bahasa Arab berarti mengingat. Dikie merupakan salah satu jalan bagi umat islam dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan Rasul (Arzul Jamaan S. Kar). Dikia di Pariaman, hadir sebagai bagian dari ritual Basafa (baca: Basapa).

Basafa adalah salah satu aktivitas ritual keagamaan yang dilakukan oleh kelompok muslim tarekat Syatariyah. Ritual ini hadir setiap tahunnya, setiap tanggal 10 bulan syafar di makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Pariaman. Syekh Burhanuddin adalah salah seorang murid kepercayaan Abdul Rauf Singkel (w 1694) yang membawa ajaran tarekat Syatariyah ke daerah Pariaman (M.K). Ia lahir pada tahun 1646, dan meninggal pada tahun 1693 di Ulakan Pariaman yang bertepatan pada bulan Syafar 1111 H. dalam hal ini Syekh Burhanuddin dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh dalam mengembangkan ajaran Islam versi Tarekat Syatariyah di Minangkabau.  [1]

Katib Ibrahim, Tokoh masyarakat setempat mengatkan, “materi (syair yang didendangkan_red) kesenian Dikie diambil dari kitab Saraful Anam. Kalimat-kalimat dalam kitab itu berisikan Shalawat Nabi. Dalam penyajian Dikie tersebut mereka kurang memperjelas setiap bacaannya, hanya saja mementingkan suara yang keras dan mendengung”.

 

 

*Siti Ainsyah adalah penulis dan peneliti seni yang juga aktif berkontribusi untuk blog BUJANGKTAPEL.

*Artikel ini dibuat sebagai makalah pengantar oleh Siti Ainsyah dalam seminar mahasiswa di ISI Padangpanjang tahun 2012

 

 


[1] Dra.Zahara Kamal, Laporan Penelitian Basapa :Pertunjukan Seni Religious Di Makam Keramat Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman Sumatera Barat, (2006), 93

Kepustakaan
Dra. Zahara Kamal, Laporan Penelitian Basapa: Pertunjukan Seni
Religius Di Makam Keramat Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman Sumatera Barat, (2006), 93
Desmawardi, “Musik Dikie: Antara Tradisi Dan Nilai-Nilai Religious
Dalam Realitas Masyarakat “Kaum Kuno Di Nagari Ajo Laweh” Sumatera Barat”, jurnal, STSI Padangpanjang, volume 9, No. 2 tahun 2007
Sejarah islam di minangkabau – prof. Mahmud Yunus
Drs. H. Duski Samad, M.A, 2002, “Syekh Burhanuddin dan
Islamisasi Minangkabau (Syarak Mandaki Adat Manurun)”, Jakarta: The Minangkabau Foundation Atas Bantuan Yayasan Pengembangan Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat Jakarta.
Informan:
Nama: katib Ibrahim
Umur: 35 tahun
Pekerjaan: tani
Alamat: sikabu, ulakans

One comment on “Tradisi Basapa Ulakan

  1. Komunitas Gubuak Kopi
    3 Februari 2012

    Ayo pariaman bisa..!

Ayo tanggapi atau komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 29 Januari 2012 by in Arsip Blog and tagged , , , .

BUJANGKATAPEL JURNAL ONLINE

Blog ini dikelola oleh @albertrahmanp, sebagai media pengarsipan personal dan kolektif, serta publikasi kajian singkat seputar seni dan sastra.

KONTAK

Jl. Btg Suliti 76 Perumahan Batu Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat. 23761

www.bujangkatapel.wordpress.com
email: bujangkatapel@yahoo.co.id
twitter: @bujangkatapel
Facebook: Bujangkatapel Art Foundation

On Facebook

On Twitter

Archives (Arsip)

%d blogger menyukai ini: