BUJANGKATAPEL | Art Archives

Memetakan dan Membaca Arsip, Merayakan Keberagaman

Dody Satya Ekagustdiman (Komposer)

Biografi
Dody Satya Ekagustdiman lahir di Bandung tanggal 1 Agustus 1961. Ibunya RD. Djuariah Sastradimaja adalah guru kesenian di SD Sejahtera, Bandung. Ayahnya, Tatang Suryana juga seorang guru kesenian dan ahli karawitan Sunda yang cukup terkenal. Di masa kecil Dody sudah mendapat bimbingan untuk bermain gamelan, terutama instrumen kecapi. Selain belajar dari ayahnya, Dody juga mendalami instrumen kecapi  (1974-1976) langsung kepada Koko Koswara dan Tatang Benyamin, para maestro karawitan Sunda yang sangat terkenal.

Pendidikan formal kesenian Dody dimulai tahun 1978  dengan belajar di SMKI (Sekolah Menengah Karawitan), Bandung, kemudian pada tahun 1982-1986 dilanjutkan ke  Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI Bandung) sekarang ISI Bandung, tempat dimana saat ini ia mengajar sebagai dosen.

Untuk memperluas wawasan dibidang musik, sejumlah masterclass dan workshop pernah diikuti antara lain, master kelas musik kontemporer dalam acara Zwischen Ost und West oleh Dieter Mack dan Slamet Abdul Syukur selama 3 bulan di Goethe Institut Staufen Freiburg, Jerman, yang merupakan beasiswa dari Goethe Institut, Bandung, pada tahun 1989. Stipendium (beasiswa) dari “DAAD” (Deutscher Akademischer Austauschdiens) untuk belajar komposisi musik dibawah bimbingan Mesías Maiguashca dan Mathias Spahlinger kembali didapat pada tahun 1991-1994 dalam program Aufbaustudium (setingkat Pasca Sarjana) di MusikHochSchule Freiburg im Braischgau, Jerman.

Karena pengalaman diatas, Dody merupakan salah seorang komponis dengan latar belakang karawitan Sunda yang paham akan idiom-idiom musik barat. Sehingga Dody sering diundang untuk memberikan workshop baik dalam komposisi musik maupun karawitan Sunda di berbagai tempat seperti menjadi  dosen terbang di Wellington University New Zealand dalam program Composer in Residence, untuk mengajar komposisi dan gamelan Sunda bersama Prof. DR. Jack Body , tahun  2003, memberikan workshop komposisi musik dalam Kompetisi Master Piano International (IBLA) yang diprakarsai oleh Ivon Maria, di Surabaya (2005), memberikan workshop dan konser gamelan Sunda pada Festival Gamelan International di Holand, tahun 2006 atas undangan Universitas Utrecht. Tahun 2010 Tour Musik bersama STSI Bandung dan Dwiki Dharmawan ke tiga kota, Roma – Napolie – Venesia (Italia), serta mengadakan workshop dan pengenalan seni budaya Indonesia khususnya Jawa Barat.

Selain juga sering diminta untuk duduk sebagai juri ataupun sebagai nara sumber, seperti baru-baru ini  menjadi juri  pada acara KOMPAK 2011 (Kompetisi Musik  Paling Aktif dan Kreatif) bersama I Wayan Sadra (Alm) dan Gondrong Gunarto, yang diselenggarakan oleh Semen Gresik, dibeberapa kota di Jawa Barat. dilanjutkan pada tahun yang sama  sebagai nara sumber dalam seminar “Titi Laras Karawitan Sunda” di DisParBud Jawa Barat.

Banyak karya Dody yang telah dipentaskan di berbagai macam festival  baik di dalam maupun diluar negeri antara lain tahun 1995 di   TINEKE DE JUNGE UTRECHT HOLANDatas undangan RASA,  tahun 2002 di Yogyakarta Gamelan Festval, tahun 2004  di Festival Musik Kontemporer International Donaueschinger Musiktagen di Jerman, 2005   Diundang oleh Festival Seni Surabaya bersama “Duo Midway” yang dipimpin oleh Yasudah  komposer dari Surakarta.  Gamelan Festival Utrecht Belanda 2006, Yogyakarta Contemporary Music Festival 2007, Bukan Musik Biasa di Taman Budaya Surakarta tahun 2011. dsb. Disamping ini Dody juga pernah menggarap ilustrasi musik untuk puisi “Suluk Hijau” karya W.S. Rendra (Alm) bersama Bengkel Teater Rendra, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nusantara Indonesia di Jakarta tahun 2008.

Saat ini  Dody mengajar di Institut Seni Indonesia Bandung,dan telah mendirikan “Laboratorium Kreativitas Karawitan” bersama mahasiswanya serta duduk sebagai mentor hingga saat ini.

Sejumlah penghargaan telah diperolehnya antara lain adalah: Penghargaan sebagai Penulis Partitur Piano Terbaik tingkat Nasional dari “Siemens” dan “Mercedes Benz”, tahun 1998. Lalu pada tahun  1999,  mendapatkan penghargaan sebagai komponis terbaik se-Asia Pacifik dalam “ACL Festival” (Asian Composer League Festival) di Yogyakarta- Surakarta.


Michael Asmara
Profil
Pada tahun 1979 saat mendukung karya Nano S  “Karawitan gending Sangkuriang” dalam acara Festival Komponis Muda  di Taman Ismail Marzuki,  karena perkenalannya dengan  Slamet A. Syukur, Otto Sidharta, Sutanto Mendut, maupun Komang Astita dari Denpasar, menjadi awal yang penting bagi Dody untuk membangun dirinya sebagai  komponis. Disini dia merasa pikirannya seakan terbuka dan terangsang untuk membuat sesuatu.

Sebagian besar karya Dody di  tahun 80an sering mengambil bentuk potongan-potongan yang disambung atau collage seperti pada umumnya komposisi karawitan klasik serta banyak dipengaruhi oleh guru-gurunya seperti  Mang Koko, Nano S, dan Tatang Suryana ayahnya. Hal ini masih  tampak pada CETOK (1987) untuk 2 Siter, 1 Suling 70 Cm dan Toa dengan 2 mikrophone dan “DIYA” (1989) untuk siter, amplas, dan perkusi, meskipun sudah berani menggunakan beberapa instrument diluar gamelan. Namun dalam bentuknya Dody masih belum bisa lepas dari bentuk yang di pakai dalam karawitan klasik. Dimana antara bagian yang pertama dan kedua bisa berdiri sendiri-sendiri serta pemilihan melody yang masih dipengaruhi cita rasa dari  perbendaharaan melody gaya lama. Namun pada karyanya JALINAN KITA (1994) untuk 4 kecapi dan vokal, gaya kompositoris Dody telah sedikit banyak berbeda dari sebelumnya. Penggunaan polymetrik, berangkat dari sebuah kalimat musik yang pendek dan sederhana, lalu dikembangkan baik secara matematik maupun dengan merubah warna bunyi. Suatu hal yang tidak biasa dalam komposisi karawitan klasik.

Pada karyanya GERENDENG TALI KALBU (2002), Dody tampak lebih berani lagi dalam menyiasati bunyi-bunyian. Disini dia menggunakan 9-11 instrument Ketuk ditambah  2 vokal perempuan. Selain memanfaatkan teknik canon, dia juga mencoba menggali interval-interval dalam gamelan Slendro untuk diolah dan ditonjolkan.

Namun disisi lain, saat Dody Satya Ekagustdiman membuat komposisi dengan media instrument barat, maka justru kadang kala dia menerapkan gaya komposisi karawitan. Seperti tampak pada karyanya KUITGAMIT (1999) untuk Grand Piano dengan 10 tangan. Dalam karya ini Dody menginginkan agar pemain piano bisa merasakan seperti bermain Bonang. Sehingga pola-pola interlocking (kotekan) permainan Bonang dalam karawitan Sunda sering kali muncul. Sedang dalam karyanya yang berjudul LANGENDRIA (1998) untuk Solo Piano, Dody banyak memasukkan polaritme gaya permainan Kecapi. Namun dalam karyanya untuk solo Saxophone, Dody mencoba untuk menonjolkan warna suara saxophone dengan menampilkan sejumlah nada panjang dari 3-4 jenis interval yang berbeda dalam tempo lambat serta teknik tremolo maupun lompatan-lompatan lebar. Disini hampir sama sekali tidak terdapat pengaruh bentuk karawitan.


Michael Asmara
Karya
Ngan Sora, Duo Karto, Telu Tangtu, Opat Madhab, Cacarakan (2011)
Aksara (2007)
Balakatunda (2006)
Tika (2004 )
Tabuh Telu (2003)
Kontak
Dody Satya Ekagustdiman
Jurusan Karawitan STSI Bandung Jl. Buah Batu no. 212 Bandung West Java
*artikel ini sebelumnya sudah diposting di>> http://www.kelola.or.id/database/music/list/&dd_id=77&p=1

Ayo tanggapi atau komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Juni 2011 by in Arsip Blog and tagged , , , .

BUJANGKATAPEL JURNAL ONLINE

Blog ini dikelola oleh @albertrahmanp, sebagai media pengarsipan personal dan kolektif, serta publikasi kajian singkat seputar seni dan sastra.

KONTAK

Jl. Btg Suliti 76 Perumahan Batu Kubung, Kabupaten Solok - Sumatera Barat. 23761

www.bujangkatapel.wordpress.com
email: bujangkatapel@yahoo.co.id
twitter: @bujangkatapel
Facebook: Bujangkatapel Art Foundation

On Facebook

Archives (Arsip)

%d blogger menyukai ini: